zd1 / Jelajahi Kami / Berita / Drone pertanian terbang ke Guangxi, membantu warga Tiongkok membebaskan buah!

Drone pertanian terbang ke Guangxi, membantu warga Tiongkok membebaskan buah!

2025-07-09Jelajah Cerdas: 45

Provinsi paling produktif di Tiongkok adalah Guangxi, yang berhasil menekan harga berbagai jenis buah impor, memberikan kebebasan buah bagi Tiongkok. Pada tahun 2023 saja, 35.532.100 ton buah diproduksi, yang menyumbang 10,77% dari total produksi buah nasional. Selain itu, Guangxi memiliki beragam buah yang sangat kaya, dengan produk utama meliputi: jeruk, pisang, mangga, leci, lengkeng, buah naga, markisa, anggur, persik, kesemek, pir, nanas, Myrica rubra, semangka, jeruk bali, kiwi, wampee, jambu biji, tebu, pistachio, makadamia, dll.

Dibandingkan dengan penyemprotan manual tradisional, penyemprotan UAV memiliki keuntungan sebagai berikut:

1. Penyemprotan dengan efisiensi tinggi dan presisi: UAV perlindungan tanaman dapat menyemprotkan pestisida secara akurat pada tanaman, menghindari pemborosan penyemprotan manual dan masalah cakupan yang tidak merata. Efisiensi penyemprotan pestisida dengan UAV jauh lebih tinggi daripada operasi manual. UAV dapat menyelesaikan penyemprotan satu Mu lahan dalam beberapa menit, dan efisiensi operasi meningkat hampir 10 kali lipat.

2. Hemat air dan pestisida: dibandingkan dengan penyemprotan manual, penyemprotan UAV perlindungan tanaman lebih akurat, dosisnya berkurang lebih dari 30%, dan konsumsi air berkurang lebih dari 60%, yang secara efektif mengurangi konsumsi pestisida dan air.

3. Hemat waktu dan tenaga kerja: pengoperasian kendaraan udara nirawak tanpa operasi manual, sangat mengurangi intensitas tenaga kerja, terutama cocok untuk pengelolaan kebun buah, padi, dan kebun sayur yang luas. Petani dapat melakukan tugas penyemprotan yang rumit hanya dengan jentikan jari.

4. Keselamatan dan Perlindungan Lingkungan: penyemprotan pestisida dengan UAV mengurangi kemungkinan paparan personel terhadap pestisida, mengurangi risiko kesehatan, dan mengurangi pencemaran akibat penyebaran pestisida ke lingkungan, dan mewujudkan Manajemen Ekologi Hijau.


Berita Terkait

Tinggalkan pesan